Pesantren Terpadu Almuslim menyelenggarakan Resepsi Khataman Santri Kelas Akhir Tahun Ajaran 2025–2026 pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Aula Utama Tgk. Chiek Abdurrahman Universitas Islam Aceh, Peusangan, Bireuen. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai penutup masa pendidikan santri kelas akhir.

Acara ini dihadiri oleh jajaran struktural Yayasan Almuslim, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen Bapak Anwar, Direktur Pesantren Terpadu Almuslim Ustadz Iswan Fadlin, Pembina Yayasan Almuslim Bapak Rusyidi Mukhtar, wakil direktur, kepala MTsS Almuslim, kepala MAS Almuslim, serta tamu undangan lainnya.

Pada tahun ini, Pesantren Terpadu Almuslim melepas Alumni Angkatan Keenam yang mengusung nama SPECTRA (Super Strong and Consistent Character Quality of Six Graduate) dengan jumlah keseluruhan 70 santri, terdiri dari 40 santriah dan 30 santri. Para santri secara resmi dikukuhkan sebagai alumni setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Terpadu Almuslim.

Selain prosesi pengukuhan alumni, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan santri Tahfiz Al-Qur’an serta penyerahan cenderamata kepada santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu kurang dari enam tahun. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan santri dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam sambutannya, Direktur Pesantren Terpadu Almuslim, Ustadz Iswan Fadlin, menyampaikan pesan kepada para alumni agar senantiasa menjaga nama baik keluarga dan almamater serta terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
“Jaga nama baik keluarga dan almamater di mana pun berada. Di era yang serba cepat ini, manfaatkan setiap peluang dengan bijak. Ilmu yang telah diperoleh jangan hanya disimpan, tetapi diamalkan dalam kehidupan. Ingat, ilmu itu luas, teruslah belajar tanpa henti. Jadilah alumni yang memberi manfaat, dan semoga anak-anak kami menjadi manusia terbaik, yang berguna bagi agama, bangsa, dan sesama.”

Sementara itu, Pembina Yayasan Almuslim, Bapak Rusyidi Mukhtar, juga menyampaikan pesan kepada para santri agar menjaga akhlak dan memanfaatkan perkembangan zaman secara bijak.
“Sebagai Pembina Yayasan, saya berpesan kepada para santri yang telah menempuh pendidikan di Pesantren Terpadu Almuslim agar senantiasa menjaga akhlak serta nama baik almamater. Apa yang telah diperoleh selama di pesantren hendaknya menjadi bekal berharga dalam menapaki kehidupan ke depan. Di tengah arus digitalisasi yang begitu kuat, jadilah pribadi yang bijak dalam menyikapi perkembangan zaman.”

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Bapak Anwar, dalam arahannya menyampaikan bahwa khataman bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
“Khataman ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Di luar dunia pesantren, para santri akan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kesiapan diri, baik secara ilmu maupun karakter. Disiplin, kejujuran, dan akhlak mulia adalah bekal utama yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Padukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern agar mampu berkontribusi secara nyata dalam masyarakat.”

Resepsi khataman ini menjadi momentum penting bagi santri kelas akhir sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke jenjang berikutnya. Pesantren Terpadu Almuslim berharap para alumni Angkatan Keenam SPECTRA mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

