Pesantren Terpadu Almuslim menyelenggarakan kegiatan Khutbatul Wada’ bagi santri kelas VI pada Sabtu, 7 Maret 2026, sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus gerbang menuju fase pengabdian berikutnya. Kegiatan berlangsung dengan khidmat di Aula Gedung Damaskus lantai 2 untuk santri putra, sementara santri putri di mushala .
Acara ini dihadiri oleh wali santri kelas VI, santri PTA, serta seluruh dewan guru. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan Khutbatul Wada’ bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi momen penuh haru yang mempertemukan doa, harapan, dan kenangan selama para santri menempuh pendidikan di pesantren.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyampaian khutbah perpisahan oleh perwakilan santri kelas VI. Dalam penyampaiannya, para santri merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui, mulai dari masa awal penyesuaian hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan. Ungkapan terima kasih kepada para asatiz, permohonan maaf, serta harapan untuk masa depan menjadi inti pesan yang disampaikan dengan penuh ketulusan.
Suasana haru semakin terasa saat memasuki penghujung acara dengan penayangan video dokumentasi perjalanan santri sejak kelas I hingga kelas VI. Berbagai potongan kenangan ditampilkan, mulai dari hari pertama di pesantren, kebersamaan dalam kegiatan, hingga berbagai pencapaian yang diraih selama menempuh pendidikan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi salam-salaman antara santri kelas VI dengan majelis guru, wali santri, serta seluruh santri. Momen ini menjadi puncak acara yang penuh haru, diiringi doa dan harapan terbaik bagi para santri yang akan melanjutkan perjalanan mereka di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Ust Holis Wahyu Prasetyo menyampaikan bahwa Khutbatul Wada’ bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat. Para santri diharapkan mampu menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan, baik dalam aspek keilmuan, akhlak, maupun kedisiplinan.
Melalui kegiatan ini, Khutbatul Wada’ menjadi momen perpisahan yang penuh makna, sekaligus menjadi langkah awal bagi santri kelas VI untuk melanjutkan perjalanan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
