Prestasi membanggakan kembali diraih santri Pesantren Terpadu Almuslim (PTA). Sulthan Ze Alghifary, santri kelas 4 atau 1 MA, berhasil meraih medali emas pada ajang AKSIOMA 2026 tingkat nasional bidang Bahasa Indonesia. Pengumuman kemenangan tersebut disampaikan pada 30 Maret 2026, sekaligus mengukuhkan kiprah santri PTA di tingkat nasional.
Sulthan merupakan santri asal Lhokseumawe, putra dari Bapak Zul Afrizal dan Ibu Evilianty. Sejak dini, ia telah menunjukkan minat besar dalam dunia literasi dan kepenulisan. Ketertarikannya terhadap dunia menulis terus berkembang selama menempuh pendidikan di pesantren.
Selain meraih prestasi di ajang AKSIOMA 2026, Sulthan juga aktif berkarya dalam dunia kepenulisan. Ia telah berkontribusi dalam dua buku antologi cerpen bersama, yaitu “Badut Tanpa Panggung” yang diterbitkan oleh Fairy Book pada tahun 2025 serta “Cinta Beda Zaman” yang diterbitkan oleh CV. Dunia Sejahtera pada tahun 2026.
Tak hanya itu, Sulthan juga aktif menulis di platform digital Wattpad melalui serial “Swara Tirta” dan “Thea (Antar Nada dan Pena)” yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Baginya, menulis merupakan sarana untuk mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan kreativitas.
“Menulis bagi saya adalah cara untuk menyampaikan ide dan perasaan serta menghadirkan karya yang dapat menginspirasi orang lain,” ujar Sulthan.
Ke depan, Sulthan bercita-cita untuk terus mengembangkan kemampuan menulis dan menerbitkan buku karya sendiri. Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.
Prestasi Sulthan Ze Alghifary menjadi bukti bahwa santri Pesantren Terpadu Almuslim Peusangan mampu bersaing di tingkat nasional serta berkontribusi dalam dunia literasi dan kepenulisan.
